Seleksi Pimpinan BAZNAS Takalar Dimulai, Wabup Hengky Yasin Tekankan Transparansi dan Integritas
TAKALAR, BARUGAINFO – Wakil Bupati Takalar Hengky Yasin membuka pelaksanaan seleksi calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (29/4/2026).
Kegiatan di Laboratorium Komputer Madrasah Aliyah Pesantren Al Qamar, Kelurahan Bajeng, Kecamatan Pattallassang,
Kabupaten Takalar.
Hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Takalar Solihin, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Takalar Sudirman, dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Takalar Maggaukang Rowa.
Sejak pagi, belasan peserta seleksi tampak serius mengikuti tahapan ujian berbasis Computer Assisted Test (CAT).
Para peserta didominasi kalangan usia di atas 50 tahun, menunjukkan pengalaman panjang dalam bidang keagamaan dan sosial kemasyarakatan.
Mereka duduk berhadapan dengan komputer, mengerjakan soal-soal yang telah disiapkan secara sistematis melalui perangkat digital.
Suasana ruang laboratorium terlihat tertib dan kondusif, dengan pengawasan ketat dari panitia pelaksana.
Dalam sambutannya, Hengky Yasin menegaskan, proses seleksi ini merupakan tahapan penting dalam menentukan kualitas kepemimpinan BAZNAS ke depan.
Menurutnya, lembaga pengelola zakat membutuhkan figur yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki integritas tinggi.
“Seleksi ini adalah rangkaian penting untuk memastikan calon pimpinan BAZNAS yang terpilih nantinya adalah pribadi yang amanah dan mampu mengoptimalkan potensi zakat demi kesejahteraan umat di Takalar,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam setiap tahapan seleksi agar hasil yang diperoleh benar-benar objektif.
Penggunaan sistem CAT, kata dia, menjadi salah satu langkah strategis dalam menjamin proses seleksi yang adil dan akuntabel.
Sementara itu, Sudirman menyampaikan, seleksi ini upaya pemerintah memperkuat kelembagaan BAZNAS.
Ia berharap, pimpinan yang terpilih nantinya mampu membawa perubahan signifikan dalam pengelolaan zakat di daerah.
“Melalui seleksi berbasis CAT ini, kami ingin memastikan bahwa proses berjalan objektif, transparan, dan menghasilkan pimpinan BAZNAS yang profesional serta mampu menjawab tantangan pengelolaan zakat di tengah masyarakat,” jelas Sudirman.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan MUI menjadi kunci dalam menjaga kredibilitas proses seleksi ini.
Pelaksanaan seleksi ini merupakan bagian dari tahapan panjang sebelum penetapan pimpinan BAZNAS Kabupaten Takalar secara definitif.
Seluruh peserta akan melalui berbagai tahapan penilaian, mulai dari administrasi hingga uji kompetensi.
Pemanfaatan fasilitas laboratorium komputer di Pesantren Al Qamar juga dinilai mampu mendukung pelaksanaan seleksi berbasis teknologi.
Selain itu, sistem digital dinilai dapat meminimalisir potensi kecurangan dalam proses ujian.
Kehadiran unsur Kemenag dan Bagian Kesra dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen bersama dalam mengawal proses regenerasi pimpinan BAZNAS.
Tidak hanya itu, peran MUI juga menjadi bagian penting dalam memastikan aspek keagamaan tetap menjadi landasan utama.
Dengan seleksi yang ketat dan transparan, diharapkan BAZNAS Takalar ke depan dapat semakin optimal dalam menjalankan tugasnya.
erutama dalam menghimpun dan menyalurkan zakat secara tepat sasaran.
Program-program strategis yang dihasilkan nantinya diharapkan mampu mendukung pengentasan kemiskinan di Kabupaten Takalar.
Selain itu, pemberdayaan ekonomi umat juga menjadi fokus utama yang akan terus dikembangkan.
Pemerintah daerah berharap hasil seleksi ini dapat melahirkan pemimpin yang inovatif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Sehingga peran BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. (P1)