Revolusi Sawah di Takalar, Bupati Daeng Manye Dorong Listrik Masuk Lahan
TAKALAR, BARUGAINFO – Pemerintah Kabupaten Takalar di bawah kepemimpinan Bupati Mohammad Firdaus Daeng Manye terus menggenjot transformasi sektor pertanian dengan pendekatan yang lebih modern dan efisien. Salah satu langkah strategis yang kini didorong adalah program Electrifying Agriculture bekerja sama dengan PLN, yang memungkinkan penggunaan listrik untuk operasional pompa air di lahan pertanian.
Kebijakan ini diarahkan untuk menggantikan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang selama ini menjadi beban biaya bagi petani. Dengan beralih ke listrik, diharapkan biaya produksi dapat ditekan sekaligus meningkatkan efisiensi usaha tani.
Bupati Takalar, Daeng Manye, menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari strategi besar menjadikan Takalar sebagai salah satu pilar swasembada pangan di Sulawesi Selatan.
“Listrik masuk sawah bukan sekadar program, tapi solusi nyata untuk menekan biaya petani dan meningkatkan produktivitas. Kita ingin petani lebih sejahtera dengan sistem yang lebih efisien,” ujarnya Kamis (23/4/).
Selain penguatan infrastruktur energi, Pemkab Takalar juga mengoptimalkan fungsi Bendungan Pamukkulu guna memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian sepanjang tahun. Upaya ini menjadi kunci dalam mendorong peningkatan indeks pertanaman hingga tiga kali panen dalam setahun atau IP300.
Dengan dukungan irigasi yang lebih stabil, pola tanam petani diharapkan menjadi lebih teratur dan produktif, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap faktor cuaca.
Di sisi hilirisasi, pemerintah daerah turut memperkuat peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai penyangga harga hasil panen. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi petani dari fluktuasi pasar yang kerap merugikan.
Tidak hanya fokus pada sektor pertanian, Pemkab Takalar juga terus mengembangkan sektor perikanan, khususnya budidaya rumput laut yang selama ini menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan daerah.
Dengan pendekatan terintegrasi dari hulu hingga hilir, pemerintah optimistis kesejahteraan petani dan nelayan dapat meningkat secara signifikan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. (P1)