Pelaku UMKM di Takalar Diajar Bisnis Online
AKALAR, BARUGAINFO – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Bottokasasi, Kecamatan Galesong Selatan, Takalar, mengikuti pelatihan pembuatan lapak digital dan pendaftaran profil bisnis di Google Maps, Jumat (20/02/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari program AI for MSME in Advertisement (AIM ASEAN) yang difasilitasi mitra lokal bersama pemerintah daerah.
Para pelaku usaha tampak serius pelatihan ini.
Sebagian dari mereka mencatat langkah-langkah teknis pendaftaran usaha digital.
Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, menekankan pentingnya legalitas dan kejujuran dalam berjualan online.
“Harus ada produknya. Jangan sampai orang pesan di internet, barangnya tidak ada. Itu namanya menipu, tidak berkah usahanya,” tegasnya.
Ia memperkenalkan konsep “Lapak Digital” sebagai solusi bagi UMKM dengan modal terbatas.
“Tidak perlu sewa ruko mahal. Cukup HP yang ada di tangan ta’,” ujarnya.
Ada tiga syarat utama agar UMKM bisa naik kelas yaitu kemauan, produk yang jelas, dan kesediaan belajar.
“Jangan takut salah pencet HP-nya. Tidak akan meledak itu HP-ta,” katanya disambut tawa peserta.
Peserta diajarkan teknik fotografi sederhana.
Daeng Manye mencontohkan, foto makanan harus terang dan menggugah selera.
Begitu pula pengrajin Songkok Guru diminta menampilkan detail serat lontar agar pembeli percaya pada kualitas produk.
Tim pendamping juga membantu peserta mengambil titik koordinat lokasi usaha agar akurat di Google Maps.
“Jadi tidak nyasar pembelinya ke rumah tetangga,” ujar Daeng Manye.
“Ingat, ini gratis. Manfaatkan kesempatan ini. Jangan sampai tetangga sudah laris karena ada di internet, kita masih begini-begini saja,” tegasnya.
Direktur Eksekutif Kaizen Collaborative Impact, Ismita Saputri, menegaskan bahwa digitalisasi bukan hanya soal promosi, tetapi membangun kredibilitas usaha.
“Profil bisnis yang lengkap dengan foto, alamat, dan nomor WhatsApp aktif akan meningkatkan kepercayaan pelanggan,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya konsistensi mengelola akun bisnis.
Camat Galesong Selatan, Nurhidayat Abdullah Daeng Massuro, berharap setelah pelatihan ini, tidak ada lagi UMKM desa yang kesulitan pemasaran.
“Kita ingin Bottokasasi dikenal bukan hanya di Takalar, tapi juga di Makassar bahkan nasional,” ujarnya.
Kepala Desa Bontokassi, Muh Aksin Suarso, menyebut program ini sebagai lompatan besar bagi warganya.
“Biasanya jualan menunggu pembeli datang. Sekarang pembeli bisa datang lewat HP,” katanya. (P1)